MTQ ke-20 Rasanae Timur Resmi Ditutup, Asisten III Dorong Kafilah Terbaik Berprestasi di Tingkat Kota
Kota Bima, 30 Agustus 2026 — Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-20 Tingkat Kecamatan Rasanae Timur Tahun 2026 resmi ditutup setelah berlangsung selama tiga hari di Lapangan Beringin, Kelurahan Lampe, Kecamatan Rasanae Timur, Minggu (30/8/2026).
Penutupan MTQ tersebut dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, panitia pelaksana, dewan hakim, para peserta, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat Kecamatan Rasanae Timur.
Dalam sambutannya, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kota Bima, Drs. M. Saleh, M.AP., menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, Ketua Dewan Hakim, peserta, serta masyarakat yang telah memberikan dukungan sehingga pelaksanaan MTQ ke-20 Tingkat Kecamatan Rasanae Timur dapat berjalan dengan sukses dan lancar.
M. Saleh juga menyampaikan ucapan selamat kepada para peserta yang berhasil meraih prestasi terbaik. Namun, ia mengingatkan agar keberhasilan tersebut tidak membuat para peserta cepat berpuas diri.
Menurutnya, MTQ tingkat kecamatan merupakan salah satu tahapan pembinaan untuk mempersiapkan peserta menghadapi kompetisi pada tingkat yang lebih tinggi, yakni MTQ Tingkat Kota Bima.
“Kepada peserta terbaik, saya meminta untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan dengan sebaik-baiknya agar mampu menghadapi perlombaan atau kompetisi pada tingkat yang lebih tinggi, yaitu tingkat Kota Bima,” ujar M. Saleh.
Ia berharap para peserta terbaik dari Kecamatan Rasanae Timur mampu memberikan prestasi terbaik pada MTQ Tingkat Kota Bima yang akan datang. Dengan kemampuan yang dimiliki serta pembinaan yang telah dilakukan, para kafilah Rasanae Timur diharapkan mampu bersaing dengan peserta dari kecamatan lainnya.
Sementara itu, kepada peserta yang belum berhasil meraih juara, M. Saleh berpesan agar tidak berkecil hati dan tidak mudah menyerah. Ia mendorong seluruh peserta untuk terus berlatih dan mengasah kemampuan sehingga dapat meraih prestasi yang lebih baik pada masa mendatang.
“Jangan cepat putus asa, karena kegagalan merupakan cambuk untuk meraih suatu keberhasilan pada masa-masa yang akan datang. Teruslah berlatih untuk mengasah kemampuan,” pesannya.
Lebih lanjut, M. Saleh menegaskan bahwa MTQ tidak semestinya dimaknai hanya sebagai kegiatan seremonial atau perlombaan membaca Al-Qur’an semata. Menurutnya, MTQ harus menjadi bagian dari gerakan bersama untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat.
Ia berharap generasi muda Kota Bima dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki akhlak, karakter, kedisiplinan, kepedulian, serta keteguhan moral.
“Mari kita jadikan masjid, TPQ, majelis taklim, lembaga pendidikan, dan keluarga sebagai ruang untuk menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an kepada anak-anak kita,” katanya.
M. Saleh menambahkan, pembangunan Kota Bima yang maju dan bermartabat membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang memiliki karakter dan akhlak mulia. Karena itu, Pemerintah Kota Bima akan terus memberikan perhatian terhadap penguatan pendidikan agama, pembinaan generasi muda, serta berbagai kegiatan keagamaan yang dapat memperkuat kehidupan sosial dan spiritual masyarakat.
Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat persaudaraan, menjaga kerukunan, bergotong royong, serta bersama-sama membangun Kecamatan Rasanae Timur dan Kota Bima.
Pelaksanaan MTQ tersebut diharapkan tidak hanya melahirkan para juara, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an serta memperkuat pembentukan generasi Qur’ani yang berakhlak dan berkarakter.